Santri kelas akhir Dayah Insan Qurani Aceh Besar mulai menjalani praktikum amaliyatut tadris, praktik mengajar langsung kepada adik kelas, pada Senin (17/2/2020).

Praktik mengajar ini merupakan bagian dari program pendidikan di dayah Insan Qurani dan menjadi salah satu syarat kelulusan akhir guna mempersiapkan santri untuk siap terjun ke masyarakat usai menamatkan pendidikan di Dayah Insan Qurani.

Setiap santri diwajibkan untuk mempraktekkan teknik mengajar yang telah mereka pelajari selama satu jam penuh, dengan menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris. Sebelum praktik mengajar berlangsung, mereka telah melalui beberapa tahapan, yaitu bimbingan penulisan i’dad atau bahan ajar bersama musyrif/ah masing-masing kemudian dilanjutkan dengan pembekalan mengajar selama dua malam berturut-turut.

Selain musyrif/ah, mereka juga dinilai oleh 5 santri kelas akhir lain yang turut mengikuti proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.

Dalam praktikum mengajar ini, santri diberikan pilihan untuk mengajar pelajaran nahwu dan muthala’ah dalam bahasa arab, atau reading dan grammar jika memilih mengajar dengan menggunakan bahasa inggris.

Rijal Bahnur, salah satu santri kelas akhir yang mengajar pelajaran nahwu mengatakan, awalnya ia merasa grogi. Tapi setelah beberapa saat, ia bisa mengendalikan diri dan menuntaskan penjelasan bab “Nashab Fi’il Mudhari’ ” kepada santri. “Alhamdulillah adik-adik paham.” Katanya.

Lain halnya dengan Asyaratul Jannah. Ia mengajar dalam bahasa inggris. “Tadi ngajar reading dalam bahasa inggris. Temanya wildlife dan lancar sampai akhir, alhamdulillah.” Sebutnya.

Ustadzah Zikrina, salah satu musyrifah amaliatut tadris mengatakan, anak-anak selama ini telah terbiasa mengajar di kelas. “Anak-anak telah terbiasa mengajar sebelumnya. Tetapi mengajar dengan metode dan teknik khusus dan dalam bahasa asing ini menuntut mereka harus menguasai semua maharah lughawiyah dan skill mengajar sekaligus. Ini memberikan tantangan lebih. Ditambah lgi mereka juga dianjurkan untuk menggunakan media pembelajarang. Tapi sejauh ini semuanya lancar dan menguasai materi dengan baik.” Ujar Ustadzah Zikrina.

Dirinya berharap, pengalaman mengajar dan teknik-teknik yang telah dipelajari dapat memudahkan santri untuk terjun ke masyarakat setelah menamatkan pendidikan di Dayah Insan Qurani kelak.

Praktikum amaliyatut tadris ini akan berlangsung hingga 29 Februari 2020 mendatang.

Reporter : Santri Departemen Jurnalistik OSDIQ