Santri dan pembina Dayah Babul Maghfirah Cot Keueung Aceh Besar melakukan kunjungan belajar ke Dayah Insan Qurani pada Senin dan Selasa (8-9/3/2021). Kunjungan ini dalam rangka mempelajari sistem dan metode tahfidzul Quran yang diterapkan di Dayah Insan Qurani.

70 orang santriwan hadir pada hari Senin, sedangkan 53 orang santriwati hadir pada hari Selasa.

Dalam kesempatan itu, pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustadz Muzakkir Zulkifli, S.Ag menyampaikan meski setiap santri Dayah Insan Qurani diwajibkan mengikuti program tahfidz, pihaknya mendahulukan tahsin dibandingkan menghafal.

“Kita mantapkan tahsin dulu, baru lanjutkan menghafal. Kita mengikuti bagaimana yang diinginkan almarhum Ustadz Amin Khuzaini,” jelas Ustadz Muzakkir.

Almarhum Ustadz Amin Khuzaini merupakan alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Hasyim Asy’ari, Jombang dan Pesantren Madrasatul Quran Jombang, yang kemudian merantau ke Aceh pada masa gubernur Ibrahim Hasan untuk mengembangkan tahfidzul Quran di Aceh hingga akhir hayatnya. Ust Amin juga merupakan salah satu pendiri dayah Insan Qurani.

Selain itu, berbagai kompetisi tahfidz yang diikuti santri  juga merupakan strategi Insan Qurani untuk memacu semangat santri dalam meningkatkan dan merawat hafalan Al-Qurannya.

Ustadz Agussalim, pembina tahfidz Dayah Insan Qurani menambahkan, dalam menghafal al Quran juga diperlukan konsistensi, manajemen waktu dan motivasi yang baik. Bila jenuh, ia menyarankan untuk refreshing seperti berhenti sejenak dalam menghafal dan melakukan apa yang disukai.

“Apapun yang kita lakukan dan kita niatkan, yang paling penting adalah istiqamah. Walaupun sedikit, tetap istiqamah. Bila jenuh, istirahatlah sejenak. Lakukan kegiatan-kegiatan positif yang menyenangkan.” Ujarnya.

Selain pemaparan metode tahfidz dari Insan Qurani, pihak Babul Maghfirah juga memaparkan metode tahfidznya.

“Kami menyeleksi dahulu santri yang akan menghafal Al-Quran. Sistemnya, santri diwajibkan menyetorkan hafalan minimal satu halaman setiap harinya. Kami juga pernah menerapkan metode menghafal lima jari dan maju mundur ayat.” Terang Ustadzah Zakiatul Dina Fajria.

Sella Ovita Yanti merasa termotivasi untuk menambah hafalannya usai mengikuti kegiatan ini. Ia juga merasa senang bisa berkunjung ke Dayah Insan Qurani. Menurutnya, banyak hal baru yang ia pelajari.

“Semoga kita bisa menjadi hafidz dan hafidzah yang mutqin. Doakan kami.” Ujar Sella.

Di akhir kegiatan, para santri juga diajak mengunjungi kawasan asrama. []

Reporter : M. syaikhuna Al-Aziz, Taufik Hidayat, Rizkina Putroe Tazkia, Onaya Siti Utami, Awra Silmina
Departemen Jurnalistik dan Humas