Rasulullah dilahirkan dan hidup di tengah masyarakat jahiliyah. Padahal saat itu banyak kerajaan besar seperti Kerajaan Romawi, Persia, dan Byzantium. Ternyata dipilihnya jazirah Arab sebagai tempat hidup Rasulullah memiliki tujuan yang jelas, untuk mengubah perilaku buruk masyarakat pada waktu itu. Sejahiliyah-jahiliyahnya bangsa arab masa dulu, perilaku mereka ternyata dapat diubah oleh Rasulullah saw.

Demikian seperti disampaikan Ust. H. Muharril Ashary, Lc. MA, saat mengisi ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad di Dayah Insan Qurani YPUQ Aneuk Batee Aceh Besar, Selasa (19/10/2021).

Acara bertema Meneladani Spirit Perjuangan Nabi Muhammad SAW Dalam Mengentaskan Kebodohan ini diikuti oleh seluruh santri dayah Insan Qur’ani serta para asatiz dan asatizah.

Ust. Muharril, dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hikmah dari peristiwa-peristiwa yang pernah dialami Rasulullah semasa hidupnya. Di antaranya saat Rasulullah sedang bertahannuts di Gua Hira. Peristiwa didekapnya Rasulullah oleh malaikat jibril saat mengatakan dirinya tidak dapat membaca mengajarkan sikap seorang guru yang harus merangkul muridnya yang sulit menerima pelajaran, tidak justru membuat jarak.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar santri tidak sampai mengulangi apa yang telah diubah oleh Rasulullah dari masyarakat jahiliyah. Termasuk bersuudzan kepada Allah. Akan tetapi sebaliknya, agar senantiasa menghadirkan prasangka baik kepada Allah swt.

Ia juga berpesan agar santri mengembangkan rasa takutnya kepada Allah, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya, serta agar terus belajar lebih giat.

“Ketika anak muda berbicara, yang dilihat adalah ilmunya, bukan pakaian atau kemewahan yang ia kenakan.” Ujarnya.

Acara yang dimulai pada pukul 8.30 pagi ini diawali dengan shalawat diiringi hadrah yang dipimpin oleh Muhammad Khadafi, santri kelas XII MA Insan Qurani dan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ahmad al-Kindy.

Departemen Jurnalistik dan Humas