ACEH BESAR – Santri Dayah Modern Arun (Damora) Aceh Utara melakukan studi banding ke Dayah Insan Qur’ani pada Kamis (17/02/2022). Kedatangan rombongan santri dan pembina Dayah Modern Arun tersebut disambut hangat oleh para ustadz dan ustadzah serta tim Jurnalistik dan Humas Dayah Insan Qurani.

Kegiatan studi banding dilakukan oleh santriwati kelas dua tsanawiyah hingga kelas tiga aliyah yang mengambil program tahfidz intensif di Dayah Damora. Mereka bertujuan untuk mempelajari sistem pengajaran tahfidz Dayah Insan Qurani dan melakukan perbandingan dengan sistem tahfidz di Dayah Damora.

“Dari info-info yang kami dapatkan, sistem tahfidz yang diterapkan di Insan Qurani itu bagus. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukan perbandingan antara sistem dan metode yang kami terapkan di dayah kami dengan yang diterapkan di Insan Qurani ini.” Ujar Rana Septina, santriwati kelas tiga Aliyah Dayah Damora.

Di dayah yang beralamat di Kota Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara ini, program tahfidz dilaksanakan seusai pelaksanaan shalat subuh dan maghrib. Selain itu, santri juga mengikuti muraja’ah secara individual ba’da ashar.

Rana mengaku mendapatkan banyak informasi dan motivasi baru setelah berkunjung ke Dayah Insan Qur’ani. Ia juga senang atas sambutan hangat dan ramah dari para santri dan asatidz Dayah Insan Qur’ani.

Kepada santri Damora, santri Dayah Insan Qur’ani memperkenalkan program Tasmi’ Bil Ghaib yang dilaksanakan setiap bulannya. Dalam program ini, setiap santri yang telah mencapai hafalan al-Quran 5 hingga 30 juz diharuskan untuk mengikuti tasmi’ atau memperdengarkan hafalan al-Quran di hadapan dewan penguji dan seluruh santri tanpa kesalahan.

Pengujian rutin hafalan dimuka umum diperlukan agar santri memiliki motivasi lebih dalam melakukan murajaah hafalan harian.

“Setiap santri memiliki kemampuan menghafal Al-Quran yang berbeda-beda. Ada yang mampu menghafal banyak ayat sekaligus dan khatam cepat, ada juga yang butuh waktu lebih. Yang terpenting keikhlasan, semangat, dan keistiqamahan dalam menjaga ayat-ayat al-Quran selalu ada bersama santri. Itu yang selalu kami ingatkan pada musyrif musyrifah untuk diajarkan pada santri kami.” Ujar Ust. Afdhal Mufassir, Ketua Bidang Tahfidz Dayah Insan Qurani.

Di samping itu, santri Dayah Insan Qurani juga sering diikutkan berbagai musabaqah tahfidz. Sehingga hafalan Al-Qurannya terjaga karena terus menerus diulang, baik dalam muraja’ah rutin harian, tasmi’, maupun dalam masa persiapan dan mengikuti musabaqah.

Neisya Shabina, santriwati Insan Qur’ani yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an selama 7 bulan 5 hari, ikut memberikan motivasi kepada para santri Damora agar lebih semangat dalam menghafal Al-Qur’an dan menjaganya.

“Allah dan orangtua adalah motivasi terbesar saya dalam menghafal Al-Qur’an. Saya juga menitikberatkan istiqamah agar dapat menjaga hafalan saya. Karena sejatinya, ketika kita menghafal Al-Qur’an maka kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaganya yang mana pertanggungjawaban tersebut bukan denga manusia melainkan dengan Sang Pencipta.” Ujar Neisya.

Departemen Jurnalistik dan Humas