Dayah Insan Qurani Aceh Besar menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan dan Pengembangan Kurikulum Merdeka (Kurmer) serta membahas Tantangan dan Solusi bagi Guru di Era Generasi Z bagi guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Dayah Insan Qur’ani.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 18 s/d 21 Maret 2024 di Aula LAN, Banda Aceh. Pelatihan tersebut diikuti 40 orang guru.

Pimpinan Dayah Insan Qurani Aceh Besar Ust Muzakkir Zulkifli mengatakan, demi menunjang proses pembelajaran di dayah maka para guru harus akrab dengan peserta didik agar tujuan daripada kurikulum merdeka bisa terlaksana dengan lebih mudah.

“Jadilah Guru yang kreatif dan berusaha memiliki waktu dan perhatian lebih untuk anak. Dengan hal itulah kita bisa lebih mudah melihat perkembangan individu mereka. Ketika kita sudah betul-betul memahami setiap individu mereka, maka apa yang diharapkan dalam Kurmer akan menjadi lebih gampang tercapainya” kata Muzakkir saat menutup kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, di sisi lainnya para guru juga harus mengontrol para siswa baik dalam pembelajaran maupun tingkah mereka selama bergaul di pesantren.

“Itu adalah tugas kita memastikan para siswa berkelakuan baik dan juga turut serta memberikan pengawasan kepada siswa yang komprehensif di segenap lini, bukan hanya mengajarkan materi pembelajaran saja” ujarnya.

Muzakkir juga mengingatkan para guru untuk senantiasa menjadi contoh yang baik bagi para murid atau the excellent teacher.

“Usahakan selalu untuk pengembangan diri dan jadilah the excellent teacher,” kata Muzakkir.

Ketua panitia kegiatan ini Wahyudi mengajak para guru untuk terus berinovasi dalam mengemban tugas sebagai pendidik di tengah pesatnya perkembangan zaman apalagi peserta didik hari ini adalah generasi Z yang melek teknologi.

“Perubahan dalam dunia pendidikan hari ini sangat besar, sehingga guru dituntut untuk menyesuaikan, apalagi era digital hari ini, jangan sampai kita tertinggal,” ujar Wahyuddin.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Widyaiswara Aceh, Kamarullah, S.Ag., M.Pd dan Maria Ulfa, S.Pd., M.Pd, serta satu motivator dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Irwan Saputra, S.Kep., MKM.